PENGEMBANGAN KELINCI

Informasi Kelinci PRESTASI INDONESIA

INFORMASI DARI PRESTASI

Untuk menjelskan masalah kebutuhan daging kelinci yang saat ini quotanya sangat kurang sekali, berikut kami sampaikan beberapa informasi :

1.  Prestasi menghendaki yang dapat menjadi pemasuk kelinci, adalah ternaknya sehat dan minimal bobot

3 Kg adalah dn memenuhi kreterian sebagai berikut :

  • peternak yang dapat mensuplay harus mampu  per mingu minimal 500 ekor sehingga  peternak harus punya kelinci indukan minimal  750 indukan.
  • sanggup mensuplai selama 6 bulan.
  • Yang tidak punya indukan mencukupi tdak boleh mensuplay, karena yang dibituhkan kemampuan mensplai rutin.

2.   Dalam mensuplay kelnci  akan diikat dengan kesepakatan bersama dan perjanjian yang dintariskan.

3.  Tidak berlaku yang punya indukan kurang dari 750 ekor, walau ada kelompok yang punya indukan satu

kelompok lebih dari 2000 ekor, ini untuk memudahkan memantau kesehatank kelinci.

Demikian informasi ini disampaikan, silahkan kontak ke :  081318930092, 0818930092

Penawaran ini berlaku sampai pertengahan bulan juli. Mulai agustus bisa mensuplay dengan sistem uang muka 75 %. Dan pertenganan bulan juli sampai akhir juli merupakan cek fisik indukan dan kandang di peternak.

Semoga banyak yang kontak kami.

Salam Prestasi

Iklan

5 Juli 2010 - Posted by | Tentang Prestasi

24 Komentar »

  1. Setahu saya belum ada orang yang mencari kelinci per minggu sampai 500 ekor atau per hari sekitar 80 ekor per hari atau bila dijadikan sate sekitar 400 porsi. apa bapak pernah melihat sate kelinci di pinggir jalan yang membeli sate kelinci berjubel untuk antri.?
    Jangan dibesar besarkan masalah dagng kelinci ini, saya saja yang mensuplai ke penjual sate yang laris saja per hari hanya 4 ekor. Itu saja belum tentu habis.
    Bapak lihat saja, dipasar pinggir jalan yang jual kelinci anakan, itu saja kekurangan, apalagi mau mencari kelinci besar untuk disembelih.jelas omong kosong.
    Saya saja tidak yakin bapak peternak kelinci besar, maaf, saya melihat tulisan masalah kelinci yang di blog ini tidak berdasar ilmu teori, malah bapak bicara ternak kelinci dipengaruhi pemilik kelinci atau anak kandang. ini teori ngawur.
    Maaf, kita bicara yang realisitis saja.

    sebelumnya. mohon maaf.

    Komentar oleh Adang Darma | 7 Juli 2010 | Balas

    • Trima kasih komentarnya,
      Segmen pasar Prestasi Indonesia bukan pada pedaging sate. Selama ini segmen nya adalah hotell dan restorant , dimana daging kelinci untuk masakan steak atau sejenisnya.
      Ya kami sangat minta maaf, kalo kami melontarkan sikap pemilik dan anak kandang dapat berpengaru pada kelinci, dan saudara kurang setuju.
      Doakan saja semoga kami bisa menambah ternak lebih banyak lagi. amien.

      Komentar oleh prestasi kelinci | 7 Juli 2010 | Balas

    • heheh……. pak adang…. , sungguh kasian… Bapak.., coba perlu wawasan luas.. coba, buka cakrawala pemikiran dan pengetahuan Bapak., komentar Bapak menunjukkan.. kuper bapak..heheh lucu.., silahkan datang.. ke peternakan saya, yg merupakan. murid dari prestasi kelinci., alhamdulillah.. sekarang..ada 2000 kelinci yg saya ternakan, dan asli dari Tiongkok,… untuk prestasi… Salam Sukses……….. maju terus… biarkan yg ketinggalan.. berita dan prospek kelinci. mudah2han terbuka.. dan diberi jalan untuk sukses bersama. Amiiin……….Oh ya. pak Mutasim.. Alhamdulillah per 25 MEi 2013 kemarin kami dapat Indukan dari Tiongkok…

      Komentar oleh Didik Asyhari | 31 Juli 2013 | Balas

  2. Bapak tasim, sudah mulai banyak kontrak lagi ya?
    syukurlah kalau semakin baik ordernya. Semoga rencana abon dan restoran bisa terwujud sesuai program prestasi. Jadinya tidak ke arah sate kelinci saja. Permintaan restoran sangat banyak dan itu butuh konsentrasi sendiri. Masih banyak yg tidak melihat perkembangan ke arah pasar yg lebih besar memang. Tetapi usaha prestasi saya kira bisa mulai digiatkan lebih jauh, biar pasokannya.

    Komentar oleh Suhardi | 7 Juli 2010 | Balas

  3. Salam Prestasi,
    Buat Kang adang Darma, saya kira saudara perlu mengenal banyak Prestasi Indonesia, kemana arah Prestasi yang akan datang.
    Setahu saya dan saya melihat sendiri serta ikut pelatihan, belum ada kelompok ternak terutama ternak kelinci sehebat Prestasi, Dari pemeliharaan yang dalam teori belum pernah saya baca, tetapi bapak Tazim sudah mengawali pengaruh peternak atau anak kandang pada kelinci. Pengaruh Ini sangat besar dan kenyataan.
    Kami sudah beternak lama, dan dua tahun lalu kami ikut pelatihan, sekarang hampir indukan mencapai 300 ekor dan kematian sekarang dibawah dua persen pertahun, Ini berkat bimbingan Prestasi. Dan Prestasi selalu mengajarkan kelinci untuk usaha dan sebagai penghasilan keluarga utama, bukan untuk (maaf) pameran. dan ini kami buktikan sendiri. Dan Prestasi menyarankan untuk usaha kelinci sebagai penghasilan dan untuk contoh peternakan percontohan dibedakan. Tapi kebanyakan semakin banyak ternak kelinci, biasanya bangga kalau dilihat para penggemar kelinci. Iya nggak???
    Saya kira ini tangapan saya pada anda, jangan menilai orang kalau saudara belum tahu orang yang akan kamu nilai.
    Sebelumnya mohon maaf.

    Komentar oleh wahono | 7 Juli 2010 | Balas

  4. Hallo akang Adang,
    Komentar anda perlu anda cermati, sudah berapa puluh tahun anda beternak? setahu saya pak mutasim beternak sejak tahun 1984, sehingga pengalamannya sudah matang.
    Coba saudara silaturrahmi pada Prestasi, minta catatan harian yang dicatat sejak tahun 1986, biar anda paham tentang kelinci.
    Pandangan saudara kelinci hanya sebagai sate, coba kita lihat temen temen yang suka golf, kulit apa yang palng bagus untuk sarung tangan golf. Pasti akan jawab kulit kelinci.
    Kita jangan menghina kelinci yang hanya sekedar untuk sate, kita lihat, bagaimana kekurangan daging kelinci di restoran besar. sungguh luar biasa kebutuhannya.
    Semoga akang maklum.

    Komentar oleh Andang | 7 Juli 2010 | Balas

  5. Mas Adang Darma,
    Perlu adanya saudara ke Klaten dan silaturrahmi ke pak Mutasim, biar tahu gerak langkah pak mutasim.
    Jangan sekedar ngomong kalau belum mengetahui, apalagi menghina, mencela, pada hal saudara belum tahu.
    Saya pernah kesana, kelinci yang dikembangkan adalah khusus kelinci pedaging dan setiap kelinci punya silsilah, sampai ke canggah, daftar riwayat kesehatan ada. Apakah ternak saudara juga sudah di catat riwayat kesehatanya, obat yang diberikan dan silsilah yang telah dilalui?
    Jadi koemntar saudara perlu dibuktikan.
    salam kami. Maaf ya.

    Komentar oleh Hanafi | 7 Juli 2010 | Balas

  6. Apa kabar mas adang,
    Wah hebat saudara, sudah setiap hari bisa mensuplay ke pedaging sate sebanyak 5 ekor.
    Wah, udah termak kelnci banyak ya.
    Main di pak mutasim aja, kelinci sana lucu lho, kecil mungil dan kalo banyak banget sih kagak. Siapa tahu mas adang dapat bibit kelinci dari pak mutasim.
    Salam dan salut buat mas adang.

    Komentar oleh Haunan | 7 Juli 2010 | Balas

  7. Prestasi, maju terus, orang yang tidak mengerti dan tidak mau ingin tahu, kita tinggal saja.
    Mari maju terus mengembangkan kelinci dan menjadi pendapatan keluarga.
    Bravo Prestasi Indinesia

    Komentar oleh Kaswari | 7 Juli 2010 | Balas

  8. Kang Adang D
    Yang benar saja, mungkin anda belum tahu siapa prestasi dan siapa pak Mutasim, sehingga saudara melilai minir.
    Setahu saya pak Mutasim berusaha mengangkat kelinci menjadi primadona pendapatan keluarga masyarakat kecil. Beliulah yang mendidik dan mengajari para peternak kecil menjadi besar dan pangsa pasarnya ditunjukkan. Tidak berfikir individual
    Saya percaya pada beliau, karena dulu bekerja di perusahaan yang mapan dan jabatan tinggi saja dia tinggalkan dan menekuni kelinci, artinya konsisten pada peternakan kelinci sebagai pendapatan keluarga.
    Saran saya pada saudara , silahkan kenalan lebih dekat dengan pak Mutasim.

    Komentar oleh Fahmi | 8 Juli 2010 | Balas

  9. Salam Untuk semuanya.
    Marilah kita memajukan ternak kelinci bukan menghujat pada siapa saja. Kita hormati semua yang punya pendapat. Bila ada yang kurang paham atau belum tahu, silahkan tanya saja pada yang bersangkutan. Kan lebih mantap dan lebih nyaman. Dari pada hujat menghujat.
    Salut komentar dari Prestasi Indonesia. Saya sudah tahu siapa Pengelola Prestasi.
    Salam kompak dan maju terus Prestasi

    Komentar oleh Evi | 8 Juli 2010 | Balas

  10. Salam hormat… Kalo untuk suplay kelinci pedaging yg partai dibawah itu bagaimana? Sy peternak kecil skala induk dibawah 50 ekr, apa tdk mensuplay ke Prestasi? Trima kasih

    Komentar oleh HARLANZ KELINCI BOYOLALI | 8 Juli 2010 | Balas

    • Untuk peternak kelinci dibawah indukan 100 ekor kami sarankan untk menjual produk pasca panen kelinci dengan bentuk olahan daging selanjutnya.
      Silahkan email ke si_prestasi@yahoo.co.id, disana nanti akan dijelaskan dan dibeberkan cara caranya.
      Ke prestasi bisa saja asal bisa kontinue

      Komentar oleh prestasi kelinci | 8 Juli 2010 | Balas

  11. Salam hormat… Kalo untuk suplay kelinci pedaging yg partai dibawah itu bagaimana? Sy peternak kecil skala induk dibawah 50 ekr, apa tdk mensuplay ke Prestasi? Trima kasih

    Komentar oleh Sita damairia | 8 Juli 2010 | Balas

  12. Yang terhormat semuanya.
    Kita mengkultuskan seseorang dan atau mencela seseorang, itu perbuatan tidak baik. Saya tahu kok prestasi Indonesia , sangat peduli pada pemberdayaan, tapi ndak usah dibesar besarkan, dan saya kira kalo kita menyanjung nanti justru jatuh. Iya kan.
    komentar atau mengomentari saudara kita adang saya kira kita cukupkan saja. Kita bicara pada perkelincian pedaging saja.
    Semoga semua sukses.
    Harmat saya pada pak Mutasim, teruskan perjuanganmu lewa kelinci.

    Komentar oleh Ratomo | 8 Juli 2010 | Balas

  13. Terima kasih atas tanggapan serta jawaban atas pertanyaan saya, kami akan berusaha kembangkan ternak kami supaya bisa memasok secara kontinyu. Sukses Prestasi Indonesia

    Komentar oleh HARLANZ KELINCI BOYOLALI | 9 Juli 2010 | Balas

  14. P’ Mutasim,
    ini berita dan langkah yang sangat bagus, insyaallah suatu saat nanti saya bisa berpartisipasi, karena saat ini saya masih dalam taraf belajar

    Komentar oleh cathy (keboen Kelin-chikoo) | 9 Juli 2010 | Balas

  15. Coba p adang yg trhormt dan sok hbt.baru 5 ekr suplay ke sate kelinci sj sdh bangga dan anggap rendah prestasi indonesia.saya sj yg 12 ekr sehari suplay tkng sate msh bnyk bljr dr p fakih.saya setuju pndpt p adang..maksudnya setuju utk katakan sombong amat lu jd wong.

    Komentar oleh Siling panghudi | 15 Juli 2010 | Balas

  16. Pak saya perternak pemula saya ingin mengembangkan kelinci dimana saya mendapatkan bibit 2 unggul yang bermutu mohon dibalas oh ya dan jika sudah banyak saya pasarkan kemnana mohon dijelaskan

    Komentar oleh Sigit | 19 Juli 2010 | Balas

    • silahkan beternak dulu, jangan berfikir pemasarannya. Peluang masih sangat besar.
      Bibit cari di peternak yang punya kelinci indukan diatas 100, biasanya ada bibit unggulnya.
      semoga sukses

      Komentar oleh prestasi kelinci | 20 Juli 2010 | Balas

  17. Gimana ya? sbenernya sih saya ingin keluar dari kerjaan saya,dan berniat konsen berternak kelinci dikampung tapi ortu kayaknya blum setuju nih,soalnya saya masih punya empat adik kecil2,ada yg bisa kasih saran gak? Kadang kepala saya suka stres gak bisa bendung hasrat beternak,badan aja bukannya gemuk malah kurus,he2x.

    Komentar oleh Samsul | 21 Juli 2010 | Balas

  18. Nama saya Muhamad Toha,asal saya dari Ciamis,saya mempunyai ternak kelinci,namun hanya sebatas hobi. Setelah saya membaca blog ini saya menjadi tertarik menjadi peternak yg profesional,terutama untuk ternak kelinci pedaging. Di daerah saya ternak kelinci seperti halnya memelihaera ayam sudah mulai banyak namun seperti halnya saya hanya sebatas hobi. Oleh karena itu saya mohon bimbingan bagaimana caranya menghimpun masyarakan di tempat saya supaya bisa mengubah paradigma,bahwa kelinci lebih bernnilai. Segitu saja dahulu pertanyaan saya,mudah2an ada respon dari prestasi.

    Komentar oleh Muhamad Toha | 23 Juli 2010 | Balas

    • Terima kasih,
      Untuk mulai ternak kelinci pedaging, saya anjurkan mulai diri kita sendiri (maaf, jangan mengajak orang lain), nanti apabila kita sudah mulai berkembang dan teman atau masyarakat mulai tertarik dan ingin mencontoh, saya kira itu yang baik.
      Cari bibit yang unggul. ilmu ternak yang pas sera kemauan dan niat sert dukungan keluarga juga harys ada.
      Selamat beternak.
      Salam Prestasi

      Komentar oleh prestasi kelinci | 24 Juli 2010 | Balas

  19. Saya peternak dari parigi pangandaran, saya baru setahun beternak, indukan kurang lebih sebanyak 50 ekor klinci hias dan lokal, saya mau memperbanyak wawasan dari kaum peternak indonesia prestasi,……makasih…

    Komentar oleh dadan | 24 September 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: