PENGEMBANGAN KELINCI

Informasi Kelinci PRESTASI INDONESIA

KENAPA PENYAKIT MASIH HINGGAP DI KELINCI

.

Untuk saudaraku Darojatun,

Memang secara  teori dan pengalaman dari berbagai  peternak sangat berbeda beda dan bila diterapkan  juga akan bervariaif, inilah yang kami sebut  bedanya antara pengetahuan dan ilmu (baca menurut Versi Prestasi).

Pengetahuan :

adalah  sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera mata manusia dan pengambilan pada  ilmiah dikenal dengan menggunakan data serta apabila diterapkan  dimana saja hasilnya tidak konsisten

Dikalangan kita sebagai peternak, data menunjukkan bahwa kandang yang sama, bibit yang sama, pakan yang sama, lokasi dan suhu yang sama, nutrisi sama, vitamin yang diberikan sama, tetapi mengapa hasilnya tidak sama padahal secara penglihatan mata manusia , tindakan yang dilakukan sama. Benarkah ??

Atau kelinci kita sedang sakit, dipeternak A penyakitnya diobati dengan obat jenis X dan pakan jenis Y bisa sembuh dan sehat kembali, tetapi mengapa di peternakan kita dengan penyakit yang sama diberikan obat  x dan pakan Y  tidak sembuh ????

Ilmu

Adalah segala sesuatu yang tidak dapat ditangkap indra manusia tapi masuk akal (bisa dirasakan) dan  apabila diaplikasikan disegala tempat selalu konsisten (dari TuhanYME).

Peternak yang memelihara dengan kasih sayang, tidak terjadi kemarahan, dukungan keluarga, sikap dan lainnya , semuanya akan mempengaruhi  ternak kita. Disalah satu peternak yang pakannya hanya seadanya, kandang sangat jelek, lembab, kok bisa berkembang??  maka jawaban yang tepat adalah karena sifat si pemilik yang memahami  ternaknya.

Istilah Ilmu ini yang diperdalam pada waktu pelatihan di Prestasi. sehingga   problematika pada kelinci , baik penyakit sampai kematian, maka patut kita bedah prilaku kita, mengapa kelinci jadi sakit atau mati.

Iklan

5 Juni 2011 - Posted by | Berita Kelinci PRESTASI, usaha ternak elinci

4 Komentar »

  1. Ini baru pertamaxs, ilmu psikologi ternak bisa dipelajari, bahkan tdk sukar mempelajarinya. Tp aplikasinya, harus bener2 melibatkan hati dan perasaan kita. Kelinci jgn hanya dianggap komoditi tp hrs dianggap sbg bagian dr diri kita dan perasaan kita. Mhn pak Mu’tazim koreksi bila sy salah. Salut utk prestasi.

    Komentar oleh dona maulana | 5 Juni 2011 | Balas

    • Terima kasih,
      semoga kita bisa memahami mengerti, bahwa kelinci juga seperti kita.
      Sakam Prestasi

      Komentar oleh prestasi kelinci | 6 Juni 2011 | Balas

  2. Helo selamat siang.
    maf sblum nya gangu.
    aku dari pepernah bismilah rabbit yg bru mendalami usaha ternak kelinci 3bln yg lalu.
    aku mendpt kendal dari faktor penyakit mencret dn kembung.
    . yg ping!n ku pertanyakn apa obt nya dn g!mana pencegahanya.
    mugkn slama ini sudah ada 20 ekor yg mati sma indukanya 3, . makash sblum.nya

    Komentar oleh Aziz | 14 Desember 2011 | Balas

    • Terima kasih,
      Memang banyak peternak yang mengandalkan pengetahuan, akhirnya gagal pada pelaksanaan program, maka kami sarankan dengan memahami ilmunya juga.
      Penyekit mencret dan kembung paling banyak disebabkan karena masalah pencernakan yang dikarenakan imbangan baktri positif dan negatif tidak seimbang. Hal ini paling banyak masalah makanan yang diberikan.
      Saran saya, berilah GMP untuk menyeimbangkan tersebut.
      Salam Prestasi

      Komentar oleh prestasi kelinci | 14 Desember 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: