PENGEMBANGAN KELINCI

Informasi Kelinci PRESTASI INDONESIA

PERTAMA BISA BUNTING, SELANJUTNYA TIDAK BUNTING

.

Menjawab banyak email yang masuk, serta sms, Mengapa kelinci saya pada waktu saya belidi peternak  pertama kemudian bunting dan beranak, kemudian  bebeapa bulan berikutnya dikawinkan tidak bunting bunting ? ” . kasus ini sering terjadi,  terutama jarak anak pertama dengan peranakan yang kedua bahkan lebh dari empat bulan tidak bunting bunting, ini banyak ator  yang menyebabkan demikian.

Yang menyebabkan  sulit bunting

1. Dari segi Faktor Indukan.

  • Indukan sudah mulai tua
  • Riwayat indukan jelek (penyakit, kawin sedarah, traumatis)
  • Faktor  kegemukan
  • Indukan merasa menguasai dari pada si jantan, sehingga jantan takut
  • Induk sakit
  • Induk jadi mandul

Perkawinan harus sempurna, sampai s jantan terkulai.

2. Dari segi faktor non induk

  • Pakan pakan hijauan yang kurang.
  • Terlalu banyak pakan instan (konsentrat atau di kenal dengan pelet)
  • Pakan mengandung protein hewani (tepung darah, tepung tulang, tepung ikan dan lainnya biasanya dari konsentrat)
  • Zat makanan yang menyebabkan kandungan peranakan kering (bungkil klenteng atau sejenisnya)
  • Kandang terlalu sempit
  • Terlalu banyak orang yang lalu lalang, atau sering dikunjungi yang bukan biasa memberi pakan
  • Kelinci tidak nyaman di kandang.

3.  Dari diri kita

  • Mengadakan perkawinan paksa, bahkan ada yang ekornya ditarik dengan tali rafia
  • Pemaksaan diberikan pakan tertentu (misalnya kecambah,  obat kesuburan)
  • Tidak diberikan minuman.
  • Kelinci sering di pegang dan dikeluarkan dari  kandang yang bukan karena kasih sayang, misalnya mau di lihat orang dan lainnya.

Semoga bisa menjawab semua yang telah bertanya, dan tentunya kepada pembaca yang budiman.

Iklan

5 Juni 2011 - Posted by | Tentang Prestasi, usaha ternak elinci

9 Komentar »

  1. Bapak, karena indukan agak mencret dan kurang betah di kandang, Saya ambil cara, indukannya dilepas siang, malam dikurung.Alhamdulillah, ia jadi lincah. Nah, pertanyaan saya, Ketika ia melahirkan nanti, apa boleh malam di kandangin sama anaknya, siang dilepas? Kalau ini saya buat, apa tidak ada resiko, si induk kurang menyusui anaknya? Atau tetap dikandangin dulu sampai umur anaknya minimal 2 minggu? Yang mana yang baiknya, pak?

    Komentar oleh Nevimaizar Maasin | 27 Juni 2011 | Balas

    • Terima kasih,
      Opsi kedua bisa dipilih. atau kandang di turunkan, fadi sewaktu waktu induk bisa menyusui

      Komentar oleh prestasi kelinci | 27 Juni 2011 | Balas

  2. Maaf tanya lagi, Pak Pakih. Indukan yg kanibal karena tak tahu ia hamil kemaren, masih tetap gusar dan pemarah. Ia bahkan malah ngencingin saya saat memberinya makan.Sekarang sudah 15 hari. Apakah ia bisa dilepasin di lapangan lalu dikawinin lagi? Melihat lincahnya terkesan tak bisa diatur, saya bingung menghadapinya. Apakah ia stres? Rasanya saya tak ada pilih kasih. Buktinya yang lain baik2 saja. Kalau begini terus, untuk beranak ke dua kali, saya curiga, nanti bisa kanibal lagi. Bagaimana caranya supaya ia bisa patuh dan penurut? Saya ingin kalau ia sudah patuh dan penurut, baru dikawinin.

    Komentar oleh Nevimaizar Maasin | 2 Juli 2011 | Balas

    • Terima kasih,
      saran saya. :
      1. Dilepas atau di umbar dulu
      2. setelah satu minggu bisa dikwinkan.
      3. Pindahlah ke kandang yang lain.
      Kayaknya bapak ini tidak setiap hari memberi pakan pada kelinci, kadang istri yang ngasih pakan misalnya (terutama sore hari). Kelinci akan protes seperti ini (ngencingin), karena tahu waktu kelinci itu hamil, tidak diperlakukan seperti kelinci yang lain yang sedang hamil ..
      Tapi nanti akan kembali sedia kala kalau kita bersikap biasa dan di pindah ke kandang yang lain, terutama palin pinggir.
      Semoga bermanfaat.
      Salam prestasi

      Komentar oleh prestasi kelinci | 2 Juli 2011 | Balas

  3. Ass wr wb, Pak Fakih. Mau nanya lagi nih. Indukan saya anak pertamanya 4. Supaya perkembangan anak lebih baik, sampai anak umur 60 hari tetap sekandang bersama. Padahal pada saat anak umur 41 hari, indukan sudah dikawinin lagi.Selama indukan sudah hamil, ia tak pernah marah pada anaknya. Pada umur anak 61 hari baru dipisahkan. Itupun dibuat pembatas kawat agar anak tak kaget kehilangan induk. Saat dipisahkan dari anak pertama, tubuh indukan tak semontok dahulu. Agak mengecil dan tak punya gondokan seperti anak pertama dulu.. Nyatanya ketika anaknya lahir, jumlahnya turun, cuma 3. Tapi anakan kali ini lebih besar-besar dari anak pertama.Dan bulu badannya kali ini nyaris botak, karena habis dicabuti demi anaknya
    Pertanyaan saya:
    1, Kok bisa turun jumlah anaknya? Dalam teori seharusnya anakan kedua jumlahnya bertambah.
    2. Kalau ternyata indukan tipe penyayang pada anak, setelah dikawinin apakah boleh tetap disatukan dengan
    anaknya?

    Itu dulu Bpk, terima kasih

    Komentar oleh Nevimaizar Maasin | 20 Juli 2011 | Balas

    • Terima kasih,
      Untuk indukan yang sudah di kawinkan, jangan sampai dekat dekat dengan anaknya yang lalu, bila perlu di pisah jauh.
      Masalah anakan yang sedikitm ternatung juga faktormakanan, terutama yang mengandung vit. E, Besuk berilah kecambah. ciri kekurangan vit E memang badan nampak kecil, tapi padat, untuk meningkatkan lagi, karbohidrat dan vit E berlu ditingkatkan lagi, bila perlu tiap hari pakan dari vit E disajikan bersama pakan yang lain. Dan baca pada lajur kanan waktu pelatihan.

      Komentar oleh prestasi kelinci | 20 Juli 2011 | Balas

      • Hadir lagi nih, Pak Fakih, Kalau begitu utk mengawinkan lagi, setelah umur anak berapa hari? Di buku merah, ada 35, 40 dan 60 hari. Sementara indukan sudah mulai genit mencium dinding kandang dan mendekati jantan. Serta mulai enggan menyusui anaknya.. Sebenarnya kasihan terlalu cepat mengawinkannya, krn takut anaknya tidak akan susuinya atau mungkin malah marah dan menendangnya. Oya, indukan yg kanibal dulu, sudah melahirkan lagi. Alhamdulillah aman, Trima kasih arahannya, Pak.

        Komentar oleh Nevimaizar Maasin | 6 Agustus 2011

      • Terima kasih
        Kelinci yang edial menyusui anaknya minimal 49 hari (untuk flam)m ) dan untuk proses menyapih sekitar seminggu, dan untuk rekondirs peranakan (diliarkan selama seminggu ), maka edial untuk di kawinkan lagi setelah tidak menyusui minimal dua minggu.
        Sukses untuk anda.
        Salam prestasi

        Komentar oleh prestasi kelinci | 6 Agustus 2011

  4. Saya agus, saya punya kelinci jantan 2 ekor, betina nya mati dimakan tikus got, saya bingung kok jantan yg satu selalu mengawini jantan yg lain. Setelah saya belikan betina satu ekor, prilaku nya tdk berubah, tetap kawin dengan jntan lain, Gemana solusi nya pak, thanks

    Komentar oleh Mansyah | 23 September 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: