PENGEMBANGAN KELINCI

Informasi Kelinci PRESTASI INDONESIA

PINGIN SUKSES, BUKAN HANYA BERMODALKAN SEMANGAT

.

Kebanyakan orang ingin meniru kesuksesan orang lain,  mengikuti jejak suksesnya. itu sudah menjadi hal biasa untuk mengikuti kesuksesan tersebut, dan ini hal yang lazim dan tentunya maklum.

Tetapi jarang  orang yang mengikuti yang sukses dikala sedang slow down, atau dikala mengalami kegagalan, atau dikala belum sukses, atau dikala terjadi masalah, ini yang  jarang orang mengikuit. Mengapa ????

Logika yang sangat sederhana, dikala kita  belajar sepeda , sering terjatuh, nabrak, ini dilakukan oleh orang yang belajar sepeda tersebut dengan tujuan  bisa naik sepeda dengan mahir, bahkan ada orang yang menjadi pembalap sepeda yang handal dan juara, mendapatkan beberapa medali dalam even pertandingan itu adalah mulai proses dari awal dengan jatuh dan sebagainya.

Se orang  yang bisa menjadi pembalap sepeda yang handal, banyak yang ingin meniru, misalnya meniru  sepedanya yang dipakai dan kit ikuti, bentuknya apa, semua yang dimiliki dibelinya agar menjadi pembalap yang handal dan juara.  Tapi, jarang  orang itu memperhatikan gagalnya orang sukses yang pernah dialaminya. seperti  belajarnya sepeda  sang juara tadi, dia yang mengalami jatuh, mengalami nabrak dan sebagainya. ini perumpamaan yang mudah kita pahami.

Untuk betenak kelinci, diumpamakan juga demikian, Kita harus memahami masalah bagaimana mengerti cerita awal harus bersusah susah dulu, kita harus belajar yang gagal dan belajar yang sukses.

Untuk menuju  peternak yang sukses, Salah satu cara untuk  memahami belajar kegagalan tersebut, ada beberapa langkah, diantaranya :

  1. Belajar kepada para peternak yang gagal, artinya beternak hanya selama maksimal dua tahun sudah selesai. ini katagori yang gagal, kita harus mengetahui mengapa dan sebab gagal.
  2. Belajar kepada peternak yang lama beternak kelinci, tapi tidak berkembang , hal ini kita jadikan teferensi bisa beternak tetapi tidak bisa berkembang dan dan belum  menghasilkan serta tidak menunjukkan kemajuan
  3.  Belajar kepada peternak yang sudah berhasil, ini yang kita jadikan eferensi untuk melihat pasar dan prospek.
  4.  Pedagang atau sebagai broker jangan dijadikan acuan, karena kadang hanya cerita  enaknya saja, sehingga kita termakan buaian yang menghasilkan keuntungan saja.
  5. Belajarlah dan ikut pelatihan  kepada penangkar yang sudah berhasil , agar kita bisa belajar semuanya..

Bagaimana melihat  peternak itu sudah  beternak lama atau bertahun tahun ? ada beberapa ciri, antara lain :

  1.  Lokasi tempat kandang sudah familier sebagai kandang kelinci, artinya bersihnya lokais kandang karena beternak kelinci terlihat khas  ciri sebagai peternak  atau penangkar kelinci yang sudah lama
  2. Kita memandang bahwa Kandang yang kelihatan lama, karena memang sudah digunakan puluhan periode dalam beternak (ini bisa dijadikan untuk belajar),  kita jangan melihat kandang yang serba baru, temasuk tempat pakan atau minum yang baru. bisa jadi mungkin peternak baru/pemula  yang punya modal dan ini belum teruji  keberhasilan ternak
  3. Kandang kelihatan kusam dan kotor tetapi tampak bersih dan kelinci enjoy dalam kandang, ini artinya ternak dan emelihara sudah familier.
  4. Tempat pakandan tempat minum nampak sudah lama, artinya peternak sudah beternak lama
  5. adanya tambal sulam kandang di sana sini, karena menjaga kenyamanan kelinci tetap terjamin.
  6. Kalau ada peternak yang mempunyai banyak ternak tetapi dilihat kandangnya agak keberatan, coba peternak ini diajak diskusi tentang cara berhasilnya beternak kelinci, kita jangan memaksa untu melihatnya, karena dia sudah mengalami pahit getirnya beternak kelinci.

Enam hal hal ini  bisa dijadikan pegangan bahwa peternak ini sudah lama beternak  atau bulum, kalau lokasi kandang baru, kandang baru, disarankan jangan dulu dijadikan acuan beternak, karena perlu uji tingkat keberhasilan masa datang. Banyak peternak kelinci maksimal tiga tahun terus ambruk, banyak  alasan klasik yang dimunculkan.

Coba kita sering dengar ” PAK, NANTI KALAU KELINCI SAYA SUDAH BANYAK, BAGAIMANA CARA MENJUALNYA, APA BAPAK BISA MEMBELINYA ”  ini wajar pertanyaan ini disampaikan, tapi kita perlu realistis, kalau mau menjual barang harus mempunyai barang, kecuali kita mau menjadi edagang, mencari ternak kesana kesini untuk dijual lagi.

Ini sekaligus menjawab email email yang masuk yang belum kami jawab.

 

15 Januari 2013 - Posted by | Tentang Prestasi

6 Komentar »

  1. i agree
    saya ikuti jejak PI boleh ya pak, dari skala kecil dulu.
    SALAM PRESTASI

    Komentar oleh risanti | 15 Januari 2013 | Balas

    • terima kasih, dengan senang hati.
      SALAM PRESTASI

      Komentar oleh prestasi kelinci | 15 Januari 2013 | Balas

      • pak, mohon dijelaskan kelinci jenis Flam itu spesifikasinya seperti apa ? ( bulu, warna, panjang telinga, dll )
        by email nggih
        nuwun

        Komentar oleh risanti | 16 Januari 2013

  2. Ass wr wb, Saya pernah cerita dengan peternak kelinci Lembang, katanya kelinci bisa diperbesar badannya dengan menyuntik disaat anakan umur dibawah sebulan. Sebenarnya benar apa tidak pak, informasi itu? Kalau iya apa nama obat yang akan disuntikan itu?

    Komentar oleh Nevimaizar Maasin, Bangkinang, Riau | 10 Juli 2013 | Balas

    • Kami belum pernah melakukan, dan besar kecil kelinci sangat dipengaruhi gen dari ternak tersebut.
      Salam Prestasi

      Komentar oleh prestasi kelinci | 11 Juli 2013 | Balas

  3. Terimakasih pak…infonya sangat bermanfaat bagi saya….

    Komentar oleh Sukarta ArtaNice young farm | 13 Maret 2015 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: