PENGEMBANGAN KELINCI

Informasi Kelinci PRESTASI INDONESIA

POPULASI KELINCI MULAI BERKURANG DAN PROGRAM BANTUAN

.

Ditahun 2012, pemerintah atau pemodal  menggelontorkan bantuan kelinci untuk para kelompok ternak atau para petani, dengan tujuan untuk memperbesar populasi kelici di Indonesia. untuk   mendukung program  pemerintah tersebut,   impor pun dilakukan  …….

Tetapi kenyataan di lapangan, kebanyakan  para peternak kesulitan untuk  pengadaan kelinci ,  masyarakat banyak yang mengatakan kalau ” sulit mencari kelinci “, “yang memelihara sedikit” dan” kelinci tidak bekembang”, . Bahkan kerena di masyarakat  kekurangan kelinci (karena banyak dibeli pemerintah untuk  proyek), maka kecenderungan harga kelinci pedaging naik tajam.

Disatu sisi,  pemerintah/pemodal  memberikan bantuan kepada  petani untuk memelihara kelinci dengan program yang baik, tetapi di lapangan banyak  kendala  yang ditemukan yang akhirnya  kelinci bantuan  pemerintah banyak gagalnya alias  kelincinya banyak yang mati (padahal pengadaan kelincinya berasal dari para peternak)

Kasus ini  justru menjadi dilema di masyarakat perkelincian, karena sebenarnya para petani merasa diuntungkan karena harga kelinci yang dibeli pemerintah lebih tinggi dari harga biasanya , sampai sampai   petani mengeluarkan kelinci yang berkualitas terutama calon indukan untuk dijual  dalam rangka proyek pengadaan kelinci tersebut. Sementara di tempat yang baru (para penerima bantuan) banyak  kendala yang dihadapi  yaitu kematian kelinci semakin tinggi krn petani penerima belum siap untuk  melakukan  usaha kelinci sesuai dengan harapan , yang akhirnya populasi kelinci semakin kecil. tentunya akan menyebabkan harga kelinci  semakin mahal terutama kelinci pedaging

Akan ironis lagi  bila petenak sudah mengurangi calon indukan yang berkualitas untuk proyek bantuan tersebut, sementara yang penerima bantuan kelinci  mengalami kegagalan beternak,  coba….. seandainya kelinci tdk dijual untuk pengadaan proyek dan  masih dipelihara peternak lama, pasti populasi kelinci akan bertambah dan berkembang terus

Bagaimana agar kelinci bantuan dari pemerintah/pemodal  bisa berhasil sukses ??

Kita sepakat bahwa tujuan program pemerintah/pemodal  untuk membudidayakan ternak kelinci agar menjadi  populasi kelinci menjadi banyak dan menjadikan kelinci sbg usaha peternakan tentunya bisa  meningkatan taraf hidup yang lebih tinggi,

Langkah apa agar  program kelinci bisa berhasil ? ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.\ :

Sebelum  calon peternak diberikan bantuan kelinci,

1.  perlu adanya langkah langkah :

    • Adanya seleksi tentang  siapa yang akan menerima bantuan, jangan sampai  belum punya pengalaman  ngarit (merumput),  belum mengenal peternakan kelinci atau belum pernah melihat kelinci , tetapi  bisa menerima bantuan kelinci
    • Jangan sampai hanya  karena aturannya menerima bantuan kelinci harus berkelompok dan ada nama kelompok, maka dibentuk kelompok dadakan (karbitan) , ini yang sangat  ironis
    • Diberikan pengertian masalah pengetahuan kelinci  dan  ilmu kelinci

2.  Perlu adanya studi Banding pada peternak yang telah berhasil.

    • Calon peternak  dimengertikan  cara  membuat kandang di peternak yang sudah  berhasil.
    • Peternak yang masih baru (dibawah satu tahun), mestinya jangan dijadikan rerferensi atau kunjungan, memang pada peternak awal(pemula) ini kandang dan lokasi akan bagus dan terawat, tapi belum teruji tingkat keberhasilannya.
    • Pelajari sikap dan perilaku peternak yang sudah berhasil, karena ini yang sangat  besar pengaruhnya pada kelinci, misalnya sifat sayang , sifat sabar dan sifat tekun ini yang mendukung keberhasilan beternak kelinci.

3. Perlu adanya magang pada peternak yang sudah berhasil

    • calon penerima bantuan disarankan untuk magang pada peternak yang sudah berhasil, walau hanya satu hari saja, terutama dimalam hari dan pagi hari (ingat kelinci adalah termasuk binatang malam)
    • Dengan magang, peternak bisa melihat langsung cara beternak kelinci yang sukses.
    • Magang ini juga berguna dalam penanganan penyakit yang sering terjadi di kelinci.

4.  Perlu pendampingan yang serius

    • Fungsi pendampingan adalah untuk mendampingi dilapangan dalam mengawal keberhasilan beternak kelinci.
    • Sehingga diperlukan  seorang peternak yang sudah berpengalaman masalah peternakan kelinci,
    • Jangan dijadikan pendamping apabila beliau  belum punya pengalaman tentang kelinci atau tidak punya ternak kelinci, sehingga hanya bisa secara teoritik yang diberikan. dan ini sangat jauh dari  harapan pendampingan.
    • Perlu adanya pendampingan serius dalam penanganan kelinci bermasalah (misalnya anakan kembung, scabies/gudigan,  anakan mati, tidak mau makan dan lainya)

5.   Perlu adanya pertemuan rutin

    • Ini diperlukan untuk diskusi masalah pengalaman yang dialami oleh peternak yang menerima bantuan.
    • Setiap pertemuan,  harus dihadiri pendamping, dinas peternakan dan semua peternak yang menerima bantuan ternak kelinci.
    • Pertemuan paling lama sebulan sekali, usahakan setiap minggu ada pertemuan untuk mengetahui perkembangan kelincinya.

6.  Perlu pemahaman tentang  Pengelolan  Limbah / kotoran/urine  kelinci

    • Untuk memanfaatkan  limbah dari kelinci,  petenak perlu diberi pengetahuan tentang kandungan plus pada kotoran
    • Pengertian cara memproses kotoran kelinci menjadi pupuk yang bermutu dibanding kotoran ternak lain.
    • Mempaktekkan hasil pupuk untuk para peternak sendiri (misal untuk tanaman di lingkungan sekitar rumah peternak).

7. Perlu adanya  pemahaman hubungan emosional peternak dengan ternaknya.

    • Pengertian  pentingnya psikologi ternak
    • Pengertian atau pemahaman  ciri ciri ternak akan sakit
    •  Pengetahuan cara pengobatan  ternak secara sederhana

Dengan  adanya 7  jurus tersebut, diharapkan apa yang menjadi tujuan pemerntah atiau pemodal untuk pengusaha ternak kelinci  sebagai  usaha menjadi kenyataan.

1 Februari 2013 - Posted by | Tentang Prestasi

39 Komentar »

  1. Asslm wr wb
    Prestasi…saya pemula dalam beternak kelinci, sekitar 2 bulan yang lalu saya membeli 1 ekor kelinci dara jenis flam umur 1 th (kata peternaknya), bobot -+4,5 kg, kelinci ini saya dapatkan dari peternak yang sudah memelihara kelinci lebih dari 2 th, tetapi hingga saat ini setiap saya kawinkan dengan pejantan tidak mau kawin. Dari masalah ini apakah prestasi punya saran2 buat saya ? apakah peternakan prestasi terbuka untuk sekedar silaturahmi & konsultasi ? terimakasih
    Wassalamu’alaikum wr wb

    Komentar oleh itsar | 2 Februari 2013 | Balas

  2. Terima kasih Prestasi atas pendampingannya selama ini. Tulisan yang sangat mengena ( saya nilai bukan kritik, tapi penyadaran ) akan suatu proses yang tidak bisa berbarcode INSTANT. Kenyataan di lapangan, peternak kecil malah eksis ( mungkin krn narimo ing pandum ) menjadikannya harus berjalan dengan keADAan yang dipunyainya. Untuk itu kehadiran Prestasi dibutuhkan bagi mereka yang ada bukan karena jadi-jadian semata. Walau tujuan pemerintah baik, tapi jika selektivitas tidak pas, alangkah disayangkan jika nyawa kelinci melayang untuk project pilot seperti ini. learning by doing dari nol sepertinya lebih baik
    SALAM PRESTASI

    Komentar oleh risanti | 2 Februari 2013 | Balas

  3. Buat prestasi,
    ini dah kenyataan kok mas, banyak penerima bantuan kelinci tapi belum kenal kelinci, kelinci baru sehari datang, hari berikutnya dijual oleh penerima bantuan, nantinya dibuat berita acara kematian, ini kenyataan lho mas.
    Prestasi sangat realistik dalam penulisannya, mudahan artikel ini dibaca para dinas peternakan, para wakil rakyat di daerah atau para pemodal, sehingga mengerti akar permasalahan kenapa ternak kelinci bantuan gagal.
    Selamat berkarya dan berkreasi perkelincian Indonesia .
    I love Prestasi Indonesia

    Komentar oleh joko | 2 Februari 2013 | Balas

  4. Sangat seutju dengan ulasan prestasi, mudahan ini bisa menjadikan para yang berwewenang melihat (melek) dan tidak mengulang lagi,
    Uraian Prestasi yang jelas dan bisa diterapkan oleh para yang berkepentingan terutama pemerintah.
    Salam Prestasi

    Komentar oleh fredi | 2 Februari 2013 | Balas

  5. Jangan sampai tujuan pemerintah baik, tapi diselewengkan oleh opnnom tertentu, baik di dewan, instansi atau kelompok tertentu..
    Sukses untuk Prestasi Indonesia

    Komentar oleh tana | 2 Februari 2013 | Balas

  6. udah lagu lama mas seperti itu., sampai kapanpun kalau mental bangsa ini seperti itu, ya sampai kapanpun orang masih mau korupsi, ya beginilah jadinya…
    memang kita harus mulai dari kita sendiri, salut buat prestasi..

    Komentar oleh Prans | 2 Februari 2013 | Balas

  7. munafik , sok aja prestasi itu, coba kalau prestasi dapat bantuan sebesar 15 juta per orang, pasti akan senyum senyum saja dan diam.

    Komentar oleh darsono | 2 Februari 2013 | Balas

  8. Wah, benar tuh, saya punya pengalaman, saya sudah beternak kelinci dan berkembang, begitu ada bantuan dari pemda, ternyata yang dapat bantuan yang mempunyai kelompok dan belum beternak kelinci, memang sih dia sudah beternak sapi. Tapi juga gagal kok, tidak ada empat bulan kelincinya dah habis, tinggal kandangnya.

    Komentar oleh ragil | 2 Februari 2013 | Balas

  9. Membetulin mobil canggih lebih mudah dari pada membetulin moral bobrok. ya begitulah, waktu ingin dipilih keluarkan banyak uang agar jadi, setelah jadi ya bagaimana modal balik. gitu aja kok repot
    Salut buat Prestasi Indonesia

    Komentar oleh karta | 2 Februari 2013 | Balas

  10. Supaya mental kita semuanya baik, mari kita bangun untuk berbuat baik, kalau ada yang nakal kita tidak mampu mengatasi, ya kita doakan saja, biar insaf..Ayo pemerintah, kalau ada bantuan ternak, usul prestasi itu bagus lho. pasti akan sukses.
    Sukses Prestasi

    Komentar oleh Lina | 2 Februari 2013 | Balas

  11. Tujuh jurus yang bisa membantu pemerintah atau pemodal, tinggal mau atau tidak. Itu kuncinya. mau yang sudah jalan dan aman ? silahkan kelinci Indonesia gagal, kalau mau mengikut saran Prestasi !, semoga sukses.
    Salam Prestasi

    Komentar oleh Rahan | 2 Februari 2013 | Balas

  12. Buat temen temen Prestasi, mari kita tetap melanjutkan dan maju untuk kelinci pedaging, Bangun bangsa ini melalui kelinci, semoga sukses. Mental dan moral kita wujudkan dengan pelajaran psikologi ternak dari Prestasi.
    Salam Prestasi

    Komentar oleh Muhaim | 2 Februari 2013 | Balas

  13. Kalau menurut prestasi, untuk pengembangan kelinci, mengembanbiakkan yang sudah ada atau dengan cara impor ? So pasti dengan berbagai konsewensinya. Artikel anda bagus,

    Komentar oleh tadi | 2 Februari 2013 | Balas

  14. Tulisan anda mudah dimengerti dan muatan yang banyak mendidik, mudahan dibaca sama yang berkaitan masalah kelinci.. Dan buat prestasi, kembangkan terus programnya,suatu saat kita bertemu dan mengembangkan bersama.

    Komentar oleh agus | 2 Februari 2013 | Balas

  15. Usulan saja buat para pelaku pemberi bantuan atau penyalur bantuan, bisakah melaksanakan tujuh point yang digagas prestasi Ini ? mudahan bisa dimengerti semua pihak.

    Komentar oleh teguh | 2 Februari 2013 | Balas

  16. Program magang bagi penerima bantuan, ini suatu gagasan yang menarik dan belum pernah dilakukan para penerima bantuan. kadang kendala pada biaya magangnya, tapi kalau dana yang teralokasi yang terbaik dan valid, pasti biaya magang tidak masalah..
    Terimakasih buat prestasi atas arikelnya, menjadi referensi buat kami.

    Komentar oleh harso | 2 Februari 2013 | Balas

  17. kalau sudah menjadi budaya di lembaga dan sudah mengakar, tulisan prestasi sult untuk dilaksanakan, karena pasti biayanya membengkak.. Tapi kalau tidak berbuat, kapan ada perubahannya.??????

    Komentar oleh vidia | 2 Februari 2013 | Balas

  18. ini kayaknya pada on line nih., bisa dijadikan forum diskusi nih. tinggal dipandu dan dijadikan artikel yang bermanfaat bagi pembaca semuanya.

    Komentar oleh Rosian | 2 Februari 2013 | Balas

  19. Yang namanya bantuan, jadi kalau habis ya hal biasa, dibantu kelinci, kelinci habis ya selesai, biar nanti dapat bantuan lagi, toh yang nyari bantuan dah ada yang ngurus. iya nggak ???? kita sudah dibuatkan proposal, kita tinggal tanda tangan, tunggu beberapa bulan dana akan keluar dan dipotong pengurusannya, dah rampung…

    Komentar oleh Kiwir | 3 Februari 2013 | Balas

  20. Bicara bantuan atau hibah, dan sering terjadi ditanah air kita, tapi sayang, belum ada yang berhasil dan menjadi percontohan, tapi yang gagal sangat luar biasa, bila ditinjau perkembangan ternak dari bantuan , biasanya tinggal kandanya doang..
    Modahan prestasi menjadi pelopor kebangkitan di dunia perkelincian

    Komentar oleh Dina | 3 Februari 2013 | Balas

  21. Bantuan lagi, ah males, nantinya yang dapat bantuan ya yang dekat dengan partai.. gak ah, mendingan mandiri, punya sendiri, dikelola sendiri, hasilnya untuk sendiri dan rasa merdeka lebih terjadi.
    salam prestasi

    Komentar oleh harso | 3 Februari 2013 | Balas

  22. Buat prestasi,
    Ulasan artikel anda cukup membawa para pembaca tertarik untuk komentar, sermasuk saya sendiri menulis komentar dan mengkomentari tulisan anda. ada beberapa catatan yang perlu dicermati.
    Yang pertama bahwa bantuan dan pengeluaran dana ada mekanismenya, dan sudah jelas aturannya, kalau masalah terjadi error di lapangan, tidak bisa yang disalahkan bantuannya, atau pemberi bantuan tetapi oknomnya yang nakal.
    Yang kedua, untuk menjadi pendampingan peternakan kelinci, tidak mudah, karena di instansi yang dijadikan endmpingan juga belum pernah atau tidak punya kelinci, tetapi tenaga tenaga ahli yang diterjunkan mendampingi adalah sarjana sarjana peternakan, otomatis dia paham masalah peternakan.
    Ke tiga, gagasan saudara sebenarnya sudah masuk dalam aturannya, tapi tidak semua masuk aturan, jadi kita perlu pembenahan yang baik.
    semoga bantuan yang akan datang juga aan lebih baik.
    Terima kasih.

    Komentar oleh yatmi | 3 Februari 2013 | Balas

    • Buat bu yatmi, kayaknya saudara termasuk jajaran yang mengelola bantuan (maaf, mungkin pegawai dinas atau dewan), anda hanya melihat sebelah mata, anda tidak melihat dampaknya dari bantuan justru mengurangi populasi, anda melihat dasar di dalam aturan, tetapi anda buta dilapangan, saudara bisu dari hasil bantuan, dengan gampang, kegagaln karena human error, petani yang tidak mengikuti saran. ini yang terjadi.dimata anda.
      Ada saran yang baik, ada usulan mekanisme yang baik, justru ada kayaknya tetap melanggengkan kelakuan masa lalu yang gagal, apa jadinya masa depan perkelincian di Indonesia kalau anda bersiap demikian ????

      Komentar oleh murjoko | 3 Februari 2013 | Balas

    • Bu yatmi, kalau ibu merasa ulasan ini tidak sesuai aturan, ibu buat mekanisme yang terbaik bagaimana ? dasar hanya suka makan uang. bantuan.

      Komentar oleh muhtadi | 3 Februari 2013 | Balas

  23. bu yatmi, kalau mau komentar atau mengkomenari pakai akal, jangan paka dengkul. dikasih solusi, malah disalahkan. dasar gemblung

    Komentar oleh wibowo | 3 Februari 2013 | Balas

  24. Saya kira pandangan dari prestasi benar, jadi apa salahnya kita terapkan, kalau perlu prestasi dilibatkan dalam pengembangan kelinci di masyarakat luas di Indonesia.

    Komentar oleh sarip | 3 Februari 2013 | Balas

  25. Program bagus, dana siap, elemen dah dipersiapkan, kalau sdm nya bobrok ya gak akan berhasl. Sekarang ini harus ada eksen yang nyata,bantuan harus berhasil dikembangkan, harus kita munculkan.,
    Siapapun orangnya, kalau bisa menerima bantuan dan mengembangkan, ini adalah kunci berhasilnya beternak kelinci.,

    Komentar oleh kodir | 3 Februari 2013 | Balas

  26. Yang prnah pelatihan di PI khususnya, monggo sami2 makaryo. sukses panjenengn kagem panjenengan riyin, syukur bage kagem tiyang sanes. biarlah burung berkicau biar indah dunia ini, jangan surutkan semangat. halangan/tantangan itu ada, tapi bagaimana kita menyikapinya agar bukan sebagai sandungan

    Komentar oleh risanti | 3 Februari 2013 | Balas

  27. Yang paling merdeka adalah beternak yang tidak mendapatkan bantuan, lebih mandiri, lebih perwira dan membangun nama baik kita sendiri.
    Kita bangun jiwa kita adalah jiwa yang suka memberi, jangan suka yang (maaf) membuat proposal untuk bantuan. apa bedanya dengan pengemis di pinggir jalan, dia bermodalkan mimik belas kasihan (orang miskin) dan ada yang bermodalkan proposal dan suap. sama sama sebagai pengemis, cuma beda mdalnya saja, Apakah kita mau berharap menjadi pengemis ???? hati hati kalau langkah kita dikabulkan tuhan, kita jadi pengemis beneran

    Komentar oleh salim | 4 Februari 2013 | Balas

  28. Ulasan ini sanga menarik dan dapat menggugah para dewan perwakilan rakyat dan pemerintah. Jangan suka jadi makelar proposal. jangan merasa hebat setelah bisa mencairkan proposal.
    Juga pelaku di dinas peternakan, jangan suka menyunat dengan dipaksanya pengadaan ternak yang harga murah dengan kualitas jelek, akhirnya peternak yang jadi kurban.

    Komentar oleh afifah | 4 Februari 2013 | Balas

  29. pasti yang dapat bantuan tidak mau komentar, iya to ??

    Komentar oleh sapari | 4 Februari 2013 | Balas

  30. adakah temen temen memberikan info, ada bantuan elinci yang sudah berhasil ?? saya pingin belajar dari sana

    Komentar oleh riski | 4 Februari 2013 | Balas

  31. Saya kadang melamun, seandainya ternak kelinci bisa mengentaskan kemiskinan seperti yang diprogramkan mentrri BUMN, pasti dengan cepat indonesia ini menjadi negara yang income perkapita tinggi.
    Tapi sayang, saya baca artikelnya atau beritanya, bahwa dalam empat minggu sekali kelinci bisa beranak antara 6-10 anakan. Hebat luar biasa.
    Setahu saya, kelinci mengandung atau hamil sekitar 28 sampai 36 hari, jadi kalau setiap bulan beranak, kapan ya kelinci menyusui pada anaknya. Apa programnya kelinci lahir langsung disapih dan induk dkawinkan lagi ??? wah wah luar biasa teknologinya.
    Sebenarnya kita harus berbicara fakta atau apa adanya, kalau program seperi ini, seharusnya ada yang sudah dijadikan contoh , dimana kelinci setiap bulanna beranak, jangan jangan proposalnya dalam usaha ternak kelinci bunyinya demikian, wah bisa fatal nih.
    Ayo para pembuat proposal, belajarlah langsung pada peternak apa yang terjadi, ternak kelinci apa yang hamil 28 hari dan hamil 34 hari. Kalau kelinci besar memang buntingnya pasti lebih dari satu bulan.
    Jangan sampai program besar ini (bantuan pemerintah) kandas lagi di tengah jalan, akan semakin terpuruk perkelincian Indonesia.
    Buat jajaran prestasi, salut saya pada saudara saudara yang telah berjuang di perkelincian, semoga prestasi semakin sukses dan bermanfaat bagi bangsa ini.

    Komentar oleh Fahri | 5 Februari 2013 | Balas

    • Saya sangat setuju pendapat saudara fahri, perlu mendekatkan pemikiran dengan kenyataan menjadi fakta, jangan dipaksakan yang jelas tidak mungkin di poles untuk diyakinkan menjadi kenyataan, justru nanti akan menjadikan problema baru.
      Dan sebenarnya ini tidak telepas dari instansi terkait, pahami benar faktanya sebelum bantuan itu diberikan, jangan hanya bedasar proposal yang masuk..

      Komentar oleh Herlambang | 5 Februari 2013 | Balas

    • Kalau artikel yang demikian dimana tiap bulan kelinci bisa beranak, benar benar yang buat proposal tidak tau tentang seluk beluk kehidupan kelinci, jangan jjangan nanti bisa direkayasa, kelinci bunting hanya seminggu,, jadinya sebulan beranak empat kali, pasti cepat kaya ha ha…ha…

      Komentar oleh Rajab | 5 Februari 2013 | Balas

  32. Buat pelajaran kita semua pada artikel ini, semoga bermanfaat bagi kita yang ingin mengembangkan perkelincian di Indonesia.
    Buat prestasi, kapan ada seminar atau pelatihan kolosal, barangkali ini akan menjadi forum dalam tanya jawab. dan sekaligus juga sebagai silaturahim bersama

    Komentar oleh ida | 7 Februari 2013 | Balas

  33. Ass wr wb, jumpa lagi Pak. Alhamdulillah sy sudah menemukan pemasaran kelinci di daerah saya. Cuma membaca rubrik ini sy jadi cemas, kalau sy butuh bantuan bibit 2 betini masih bisa? soalnya ada permintaan stok ke saya yg sayang dilewatkan

    Komentar oleh nevis_maizar@yahoo.co.id | 11 Maret 2013 | Balas

  34. gimana mau studi banding pak, kalo mau masuk kandang peternak besar saja tidak boleh.

    Komentar oleh bnevis | 12 Agustus 2014 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: